Eri menyebut terdapat sekitar 200 lokasi genangan yang diperkirakan menjadi sasaran penanganan. Namun, jika dihitung berdasarkan titik genangan secara keseluruhan, jumlahnya mencapai lebih dari 450 titik.
“Kita itu ada penurunan ada sekitar 200 titik. 200 titik itu tempat genangan air. Tapi kalau ngomong titiknya lebih dari 450. Jadi dari tahun sebelumnya 700, turun, turun, turun, turun jadi 400. Titik, jadi 200 titik jadi perkiraan kita yang akan kita sentuh,” paparnya.
Sejumlah kawasan yang disebut menjadi prioritas di antaranya Simo Kalangan, Tanjungsari, Margorejo, hingga Jemursari.
“Nanti yang pasti daerah Simo Kalangan. Yang kedua di Tanjungsari. Yang ketiga di Margorejo. Yang ketiga di Jemursari. Yang kelima, di Jemursari gabungan ya, sampai Tugu AWS ya, terus sampai ke mana itu, SMA 14 ya, 20. Nah itu, ya itu yang kita kerjakan,” paparnya.
Selain penanganan genangan, sejumlah proyek jalan juga masuk dalam rencana prioritas. Eri memastikan pembangunan JLLT dan JLLB tetap masuk dalam rencana.
“Masuk. JLLT-nya ada beberapa. JLLB yang kita tembuskan juga jalan.”
Untuk JLLB, anggaran yang disiapkan disebut berada di kisaran Rp500 miliar dengan menggabungkan sejumlah pekerjaan yang telah ada.













