“Para peternak banyak yang istirahat dulu tidak menernak ayam, karena mereka merasa rugi dengan harga pakan yang mahal, sehingga kontrak yang mereka lakukan dengan pabrik penyedia merugi.” terang Hendrik.
Hendrik melanjutkan,”Sekarang untuk cari ayam besar sulit, karena pelanggan saya kebanyakan orang-orang penjual sate, dan mereka minta disediakan ayam yang besar-besar, kalau yang kecil mungkin hitungannya mereka rugi, ya semoga saja hal ini tidak terus-terusan, karena kasihan juga mereka yang sudah memiliki pelanggan setia harus tetap menyediakan kendati untung tidak seberapa,” pungkasnya.(mj)












