Para pedagang pun kemudian memilih berjualan di depan jalan.
“Area ini biasanya untuk keluar masuk orang – orang perumahan. Namun, berjualan saat bulan puasa saja, kami sewa untuk tempat berjualan,” katanya.
Aris menjual aneka kue takjil, seperti lumpia dan resoles. Harga jualnya mulai Rp 3.000 per biji. Aris mengakui, harga di sini lebih menjangkau ketimbang harga kue lumpia dan resoles serupa di tempat lain. Selisih ini digunakan untuk menutup biaya bahan baku yang berkualitas.
Menurut Aris, kue yang ia jual selalu baru. Bahan baku makanan yang sebagian besar terbuat dari rebung dan wortel, terbatasnya daya tahan makanan di suhu ruang. Bila barang dagangan tak habis terjual ada sisa, Aris membagikannya ke masjid untuk orang-orang yang lagi tadarus sehabis sholat tarawih.
Usaha dagang lumpia dan resoles ini merupakan usaha yang ditekuni sejak dulu oleh istri Aris.
“Dulu istri masih gabung jadi satu bersama kakaknya istri dan masih berjualan berpindah – pindah. Lalu lokasi berjualan sekarang sudah menetap hingga ke lokasi yang ada sekarang,” ucapnya.
Aris dan istrinya dulu selalu berjualan bersama kakak ipar, kalau kakaknya jualan berupa aneka kue dan minuman dingin. Lantaran tenaga yang sangat terbatas, kakak dari istri Aris tidak lagi menjual semua jenis makanan seperti yang dilakukan seperti dulu.












