“Terkait dengan investor jangan pernah berhitung dengan dividen. Jadi dividennya lihat, apakah kita itu bisa dengan segitu atau dividennya itu kebanyakan untuk membayar cicilan. Jadi ayo dihitung, jangan keluar kantong kanan, keluar kantong kiri,” pesannya.
Selain memperluas jaringan distribusi, Eri juga menargetkan pasokan air bersih dapat mengalir sepanjang hari sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada jam-jam tertentu untuk mendapatkan air.
“Keluar air yang bisa dirasakan dan air itu bisa keluar tidak menunggu waktu malam,” kata Cak Eri, sapaan akrabnya.
Ia juga meminta seluruh direksi baru aktif turun ke lapangan ketika menerima keluhan pelanggan. Menurutnya, penyelesaian persoalan harus dilakukan secara cepat dengan melihat langsung kondisi di lokasi.
“Kalau ada keluhan masyarakat langsung datang turun. Saya paling enggak suka orang yang hanya di belakang meja, duduk di atas kursi. Jadi ketika ada permasalahan, cepat mengambil sebuah kebijakan di lapangan, carikan solusinya biar selesai,” katanya.
Di akhir arahannya, Eri berharap kehadiran direksi baru mampu mempercepat penyelesaian persoalan distribusi air bersih, terutama di kawasan permukiman yang hingga kini masih mengalami keterbatasan pasokan.
“Semoga dengan bergabungnya njenengan (direksi baru), dengan terisinya direktur ini, maka masalah perairan yang ada di sini bisa cepat terselesaikan. Terus masalah di kampung-kampung yang sulit keluar air itu juga terselesaikan,” pungkasnya.



