Abrari menilai pendampingan bagi para penyintas perlu menjadi perhatian pemerintah karena trauma akibat musibah dapat berdampak dalam jangka panjang. Karena itu, layanan kesehatan dan dukungan psikologis dinilai penting selama masa pemulihan.
Ia juga mendorong koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar proses evakuasi, pencarian, serta pelayanan terhadap korban berjalan efektif.
Sebelumnya, KMP Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya-Makassar terbakar di perairan Sumenep pada Minggu (2/8). Sebanyak 236 penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi, sementara lima orang dinyatakan meninggal dunia.



