Hal ini disampaiakn oleh Kapolres Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal di Mapolresta Probolinggo, Kamis (17/5/2018) siang tadi. Alfian menyampaikan, “AF atau F adalah pimpinan dari jaringan yang ada di Probolinggo. Sedangkan yang dua lainnya IS dan HA adalah anggota dari MF,” jelasnya.
HA siap menjadikan ikhwan dalam hal amaliyah (melakukan aksi dalam bom bunuh diri) sejauh ini ketiganya yang kini berada Mapolda Jatim di duga ada jaringan dengan teroris yang melakukan aksi di Surabaya dan Sidoarjo.
Alfian melanjutkan bahwa jaringan yang ada di Probolinggo sudah memiliki titik target, “Sudah memiliki target, tapi masih belum bisa dipastikan dimana titik target mereka,” ujarnya.












