Hal serupa juga menjadi perhatian Fraksi Partai NasDem. Fraksi ini berpandangan pengelolaan APBD tidak cukup hanya diukur dari kepatuhan administrasi maupun tingginya realisasi anggaran.
“Paradigma pengelolaan keuangan daerah saat ini harus bergeser menuju penganggaran yang berorientasi pada hasil (outcome based budgeting), di mana keberhasilan pemerintah tidak hanya diukur dari seberapa besar anggaran mampu dibelanjakan, tetapi sejauh mana belanja tersebut mampu menyelesaikan persoalan masyarakat secara nyata,” ujar F-NasDem melalui juru bicaranya Deni Prasetya.
NasDem juga mengingatkan bahwa orientasi pembangunan harus lebih menitikberatkan pada manfaat yang diterima masyarakat. “Setiap rupiah APBD merupakan amanah masyarakat yang harus segera dikonversi menjadi pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi kerakyatan, dan perlindungan sosial,” tambahnya.
Sementara itu, Fraksi PKS turut menekankan agar kualitas belanja daerah tidak hanya dilihat dari tingkat penyerapan anggaran, tetapi benar-benar menghasilkan manfaat.



