“MPLS harus menjadi ruang belajar yang menyenangkan, bukan seperti praktik perploncoan di masa lalu. Tidak ada lagi kegiatan yang membebani siswa. Kami ingin anak-anak mengenal sekolah sebagai rumah kedua yang harus mereka pahami dan cintai,” ujar Febrina, Sabtu (11/7/2026).
Selama sepekan pelaksanaan MPLS, siswa akan dikenalkan pada budaya sekolah, tenaga pendidik, metode pembelajaran, program unggulan, hingga berbagai fasilitas sekolah sebagai bagian dari proses adaptasi.
Tak hanya itu, Dispendik Surabaya juga menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN), aparat kepolisian, dan kepolisian siber untuk memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, keamanan bermedia digital, serta ancaman kejahatan siber yang semakin dekat dengan kehidupan remaja.









