Kata Ismail Ketua, Sekertaris dan Bendahara (KSB), ibarat pasangan suami istri yang harus memiliki visi dan kecocokan yang mendalam.
“Bicara kriteria, Ketua, Sekretaris, Bendahara ini ibarat suami istri. Bisa satu kamar, satu ranjang. Kalau tiga ini tidak sejalan, buyar organisasi. Makanya harus selaras. Dan Ketua yang tau itu,” ucapnya.
Ismail juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin mengintervensi dengan menyodorkan nama-nama figur tertentu. Dirinya menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada sang Ketua, Emil Elestianto Dardak, yang dinilai paling tahu kebutuhan organisasi demi kenyamanan kerja selama lima tahun ke depan.
“Yang tahu ini semua kan Ketua. ‘Oh, saya cocok dengan si A, si B, atau si C,’ Ketua yang tahu. Prinsipnya, silakan Ketua memilih siapa yang membuat beliau merasa nyaman. Kita mengamini itu,” tambahnya.



