“Hari ini kita bukan hanya melaunching sebuah program, tetapi sedang meluncurkan sebuah gerakan membangun peradaban melalui keluarga. Karena keluarga adalah sekolah pertama kehidupan. Di sanalah karakter dibentuk, akhlak ditanamkan, dan masa depan bangsa dipersiapkan,” kata Bagus.
Menurutnya, tantangan keluarga saat ini semakin kompleks, mulai dari derasnya pengaruh media digital, lemahnya komunikasi dalam rumah tangga, hingga tekanan ekonomi yang berdampak pada keharmonisan keluarga. Karena itu, keluarga membutuhkan ruang pendampingan yang profesional dan mudah dijangkau.
“Kalau keluarga kita kuat, masyarakat akan kuat. Kalau masyarakat kuat, bangsa pun akan kuat. Karena itu perhatian terhadap keluarga bukanlah agenda sampingan, tetapi agenda strategis untuk menyiapkan masa depan Indonesia,” tegasnya.
Bagus menambahkan, PKS ingin hadir bukan hanya saat momentum politik, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi persoalan kehidupan sehari-hari. (caa)



