Cakrawala JatimCakrawala NasionalCakrawala NewsCakrawala SurabayaHeadline

Tak Ingin Warga Terus Beli Air Gerobakan, Anas Karno Kawal Pemasangan Pipa PDAM di Gebang Lor

×

Tak Ingin Warga Terus Beli Air Gerobakan, Anas Karno Kawal Pemasangan Pipa PDAM di Gebang Lor

Sebarkan artikel ini
(Kemeja putih) Sekretaris Komisi A Anas Karno saat mendengar keluh kesah masyarakat Gerbang Lor Surabaya 2.
(Kemeja putih) Sekretaris Komisi A Anas Karno saat mendengar keluh kesah masyarakat Gerbang Lor Surabaya 2.
Surabaya, CakrawalaNews.co | Di balik megahnya gedung pencakar langit dan pesatnya modernisasi Kota Surabaya, sebuah potret kontras masih menggelayut di kawasan Gebang Lor. 
 
Hingga hari ini, sejumlah warga di sana harus berjuang ekstra hanya untuk mendapatkan secangkir air bersih demi menyambung hidup.
Bagi mereka, air bersih adalah kemewahan yang belum sepenuhnya terwujud. 
 
Karena belum tersentuh jaringan pipa utama Perumda Air Minum Surya Sembada (PDAM) Surabaya, warga terpaksa menggantungkan kebutuhan harian pada air sumur.
 
Sayangnya, alam tidak selalu bersahabat. Ketika cuaca membuat air sumur berubah keruh, warga tidak punya pilihan lain selain merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air dari penjual gerobakan keliling terutama untuk kebutuhan krusial seperti memasak dan mengolah makanan.
 
Ketua RT 01 Gebang Lor, Winarsih, menceritakan ada sekitar 10 rumah di wilayahnya yang bernasib sama. Mereka terisolasi dari layanan air bersih karena pipa utama PDAM berjarak cukup jauh, sekitar 200 meter dari permukiman. Jarak inilah yang membuat biaya pemasangan mandiri menjadi teramat mahal dan tak terjangkau bagi kantong warga.
 
“Kalau air sumurnya keruh, warga terpaksa membeli air gerobakan bahkan untuk mandi. Kalau untuk memasak, ya mutlak harus beli dari penjual keliling. Kondisi ini jelas membuat pengeluaran rumah tangga jadi membengkak,” keluh Winarsih pilu pada Jumat (3/7/2026).
 
Harapan Winarsih dan warganya sederhana saja: mereka hanya ingin diperlakukan sama seperti warga Surabaya lainnya, bisa memutar keran dan melihat air bersih mengalir tanpa rasa cemas.
 
Jeritan hati warga Gebang Lor akhirnya sampai ke telinga wakil rakyat. Menerima keluhan langsung saat agenda reses, Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karno, bergerak cepat. Ia langsung menggandeng Plt. Direktur Utama PDAM Surabaya, Achmad Prihadi, untuk mencari jalan keluar.
 
Tak sekadar berteori di balik meja, Anas Karno bersama tim teknis PDAM langsung turun ke gang-gang sempit Gebang Lor pada Kamis (2/7/2026). 
 
Mereka melakukan peninjauan lapangan, mengukur jarak, dan memetakan jalur pipa untuk mencari solusi paling taktis.
Anas menegaskan, air bersih adalah hak dasar yang tidak boleh ditawar. 
 
Terlebih, Pemerintah Kota Surabaya sudah berkomitmen pada program semua rumah harus teraliri air PDAM.
 
Langkah yang sedang berjalan PDAM kini tengah menyusun kajian teknis dan menghitung anggaran untuk penarikan pipa tersier menuju rumah warga.
 
Komitmen Pengawalan dilakukan Anas Karno berjanji akan mengawal proyek ini dari hulu ke hilir. 
 
“Kami pastikan aspirasi ini tidak berhenti di atas kertas usulan, tapi benar-benar mewujud nyata di lapangan,” tegas Anas.
 
Kunjungan hari itu membawa secercah harapan baru bagi warga Gebang Lor. Setelah sekian lama berteman dengan jeriken dan gerobak air, mereka kini menanti hari di mana air bersih mengalir lancar dari pipa-pipa di rumah mereka sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *