“Nah, sekarang kemudian dengan buku ini saya harapkan bisa membuka kembali memori kolektif tentang di mana Bung Karno dilahirkan, bagaimana Bung Karno menghabiskan masa remajanya,” harapnya.
Salah satu penulis buku sekaligus Guru Besar Sejarah Perkotaan Universitas Airlangga (Unair) Prof Purnawan Basundoro menjelaskan bahwa penulisan buku berangkat dari pernyataan Bung Karno dalam autobiografinya yang ditulis Cindy Adams mengenai tempat kelahirannya di Surabaya.
“Di dalam buku otobiografi beliau (Bung Karno) yang ditulis oleh Cindy Adams, beliau kan dengan jelas menyebutkan bahwa lahir di Surabaya. Tetapi kan kalimat itu tidak diteruskan ya, lahirnya seperti apa, bagaimana, dan sebagainya,” kata Prof Basundoro.
Berangkat dari pernyataan tersebut, tim penulis melakukan penelitian mendalam untuk memperjelas sekaligus membuktikan tempat kelahiran Bung Karno melalui berbagai dokumen sejarah. “Nah, inilah yang kemudian kami berpikir bahwa pernyataan Soekarno lahir di Surabaya itu perlu diperjelas. Nah, ini kemudian kami melakukan riset yang cukup lama untuk memang membuktikan bahwa Bung Karno memang betul-betul lahir di Kota Surabaya, bukan di tempat yang lain. Nah, kemudian hasilnya buku tersebut,” ujarnya.
Menurut Prof Basundoro, berbagai dokumen yang berhasil dihimpun menunjukkan bahwa Bung Karno memang lahir di Surabaya. “Di buku itu kami cantumkan dan bukti-bukti yang menyatakan bahwa Bung Karno memang lahir di Kota Surabaya. Jadi berbagai dokumen tertulis yang kita cari hampir semuanya mengatakan Bung Karno memang lahir di Kota Surabaya itu,” paparnya.
Terkait pemahaman generasi muda terhadap sosok Bung Karno, Prof Basundoro menilai, sebagian besar masih mengenal proklamator tersebut karena tetap diajarkan dalam pelajaran sejarah. “Saya kira sebenarnya sama ya. Jadi generasi pemuda pun mungkin banyak yang tidak mengenal, tapi banyak juga yang masih tetap mengenal Bung Karno,” terangnya.
Meski demikian, ia mengakui masih ada sebagian masyarakat yang beranggapan Bung Karno lahir di Blitar akibat narasi yang berkembang pada masa lalu. “Nah, sehingga mungkin masih ada juga orang-orang sekarang ini yang masih menganggap bahwa Bung Karno lahir di Blitar. Tapi kan secara umum sekarang buku-buku sejarah itu sudah menuliskan yang benar bahwa Bung Karno itu lahir di Surabaya,” pungkasnya.












