Baginya, sejarah harus terus dijaga dan diwariskan agar masyarakat tidak kehilangan arah dalam membangun masa depan. “Jadi sejarah itu harus kita ingatkan. Sejarah itu harus selalu ada di dalam hati. Karena itu ada pesan jangan sekali-kali melupakan sejarah. Kalau sudah melupakan sejarah, maka kota itu akan kehilangan arah,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI Puti Guntur Soekarno mengapresiasi terbitnya buku tersebut. Menurutnya, buku itu merupakan karya yang komprehensif dan dapat menjadi referensi penting untuk memahami perjalanan hidup Bung Karno.
“Dengan segala hormat, mewakili keluarga besar Bung Karno, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada para penulis, dan juga kepada Cak Eri yang telah memberikan pencerahan, membuka cakrawala melalui buku tulisan-tulisan yang saya telah baca dan sangat komprehensif buku dengan judul Bung Karno ‘Aku Arek Suroboyo’,” kata Puti.
Ia menilai buku tersebut bukan sekadar referensi sejarah, melainkan juga bagian dari upaya membuka kembali ruang pemahaman terhadap pemikiran dan gagasan Bung Karno. “Buat saya buku ini adalah merupakan salah satu cara, jalan untuk mendobrak De-Soekarnoisasi yang sekian lama sejarah kelam Bung Karno ditutupi. Yang sejak lama ide, pemikiran, gagasan Bung Karno ditutupi,” ujarnya.
Puti berharap buku tersebut dapat membantu generasi muda memahami perjalanan sejarah Bung Karno yang lahir dan tumbuh di Surabaya. “Buku ini menjadi salah satu jalan bagaimana generasi muda khususnya dapat merasakan bagaimana perjalanan sejarah Bung Karno yang dilahirkan di Kota Surabaya,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa buku tersebut disusun berdasarkan riset akademik yang kuat dengan memanfaatkan berbagai sumber di dalam maupun luar negeri. “Ini juga didasari atas riset, karena ini memang yang membuat salah satunya juga akademisi. Kemudian juga didasari atas riset yang tidak hanya di arsip-arsip atau perpustakaan atau museum di Indonesia tetapi juga di luar negeri, di Belanda,” ujarnya.
Pada sisi lain, Puti juga berharap kehadiran buku tersebut dapat membuka kembali memori kolektif masyarakat mengenai perjalanan hidup Bung Karno sejak lahir hingga masa remajanya.












