Selain itu, Ngofrak juga diperkuat sebagai instrumen monitoring dan evaluasi (monev) kinerja anggota fraksi di masing-masing komisi DPRD. Melalui mekanisme ini, peran anggota di bidang legislasi, anggaran, dan pengawasan dapat dipantau secara lebih terukur.
Menurut dia, JUARA dan Ngofrak menjadi bagian dari upaya memperluas partisipasi publik sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Kedua program tersebut juga sejalan dengan agenda pembangunan nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan pelayanan publik,f dan percepatan penyelesaian persoalan rakyat.
“Rakyat harus memiliki akses yang mudah kepada wakilnya. Ketika ada persoalan, harus ada yang mendengar, menindaklanjuti, dan memperjuangkan. Itulah semangat JUARA dan Ngofrak,” pungkasnya. (caa)












