Selain pengembangan ekosistem pesisir, BRIDA juga menyiapkan inovasi menu khas pesisir berbahan hasil perikanan Surabaya dengan melibatkan sejumlah perguruan tinggi.
“Kita akan mencoba untuk membuat menu-menu spesial khas pesisir. Tentu tidak sendiri. Kita mengajak (kolaborasi) banyak kampus yang mempunyai kemampuan kuliner yang bagus. Insyaallah tidak lama-lama, satu bulan, dua bulan itu jadi,” ungkap dia.
Di sisi lain, Agus kembali menegaskan Kebun Raya Mangrove (KRM) memiliki peran strategis dalam melindungi kawasan pesisir Surabaya dari abrasi air laut. Selain itu, ekosistem mangrove tidak hanya berkaitan dengan vegetasi, tetapi juga menjadi habitat bagi berbagai biota pesisir.
“Ekosistemnya tidak hanya tumbuhan, ada hewannya juga, misal kepiting dan sebagainya. Itu juga kita ingin kalau bisa berproduksi makin banyak,” tuturnya.
Ia menambahkan, kawasan mangrove Surabaya meliputi wilayah Gunung Anyar dan Wonorejo. Kawasan tersebut tidak hanya difungsikan untuk konservasi, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan riset.












