Ke depan, Komisi E mendorong langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, terutama terkait sistem kelistrikan. “Kami minta rutin checking jaringan listrik, termasuk melibatkan konsultan Medical Electrical,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya perlindungan aset melalui asuransi kebakaran. “Kami sarankan ada asuransi kebakaran, supaya alat bisa tergantikan jika terjadi hal serupa,” katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi E DPRD Jatim Rasiyo menilai kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi seluruh rumah sakit, terutama dalam pengawasan instalasi listrik. “Ini pengalaman berharga, kontrol listrik harus rutin karena kabel bisa aus dan berpotensi konslet,” ujarnya.
Ia menambahkan, tingginya jumlah pasien pascakebakaran menunjukkan kepercayaan publik terhadap layanan RSUD dr Soetomo tetap terjaga. “Masih ada 1.200 pasien, artinya masyarakat percaya pelayanan di dr Soetomo ini baik,”pungkasnya. (caa)












