Dalam tinjauan tersebut, Komisi E juga melihat langsung kondisi lantai lima yang menjadi lokasi kebakaran dan masih dipasangi garis polisi. “Lantai lima masih ada police line, kita tunggu kapan dibuka, baru dilakukan pengecekan alat dan obat,” ujarnya.
Untari menyebut, kerugian akibat kebakaran belum dapat dipastikan. Namun, pihak rumah sakit melaporkan nilai obat yang terdampak mencapai miliaran rupiah. “Sementara obat saja sekitar Rp3 miliar, tapi total kerugian belum bisa dihitung,” katanya.
Ia juga mengapresiasi kekompakan tenaga kesehatan dalam proses evakuasi pasien saat kejadian kebakaran. “Ada dokter-dokter yang memandu damkar menurunkan pasien dari lantai lima. Ini heroik dan bisa jadi best practice,” ujarnya.
Menurut Untari, pelayanan pasien jantung tetap berjalan dan bahkan jumlah kunjungan masih tinggi pascakejadian. “Tadi pagi ada 1.200 pasien jantung yang datang,” katanya.












