Terkait sorotan terhadap BUMD, Khofifah meminta dewan tidak memukul rata seluruh perusahaan daerah, terutama Bank Jatim yang meraih laba bersih tertinggi di antara seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia.
“Mohon dengan sangat Bapak Ibu yang terhormat ketika kita melihat BUMD, berkenankah kita memisahkan antara Bank Jatim dengan BUMD lainnya. Jangan digebyah-uyah, ini adik-adik mahasiswa kalau denger digebyah-uyah mereka bisa confuse,” katanya.
Menambahkan klarifikasinya, Gubernur menjawab tudingan mengenai transparansi data dan tingginya belanja operasional. Ia merinci bahwa belanja operasional tersebut didominasi oleh pelayanan publik seperti dana BOS dan kesehatan.
“Jangan sampai nanti dianggap belanja operasional itu Gubernur jalan-jalan ke mana, Sekda jalan-jalan ke mana, pimpinan DPRD jalan-jalan ke mana, anggota-anggota fraksi DPRD jalan-jalan ke mana, bukan itu,”pungkasnya












