Data Populi Center menyebutkan mayoritas organisasi masyarakat Islam memilih pasangan Khofifah-Emil dengan nilai 44,2 persen ketimbang Ipul-Puti dengan 38,7 persen. Sementara 17,1 persen tidak menjawab pilihan.
Berdasarkan data tersebut, pengamat politik Universitas Brawijaya, Ahmad Hasan Ubaid menganalisis dukungan muslimat NU menyumbang suara mayoritas suara NU. Hal itu sangat mempengaruhi pilihan warga Nahdlatul Ulama.
“Dari beberapa edisi pilgub, dukungan Bu Khofifah menguat itu dari muslimat. Emil memiliki pengaruh juga tapi konteks NU ini besar dari Muslimat,” kata Hasan, dalam keterangan tertulis, seperti dilansir dari Liputan6, Minggu (6/5/2018).
Sekedar informasi, saat menuntaskan studi doktor di Ritsumeikan Asia Pacific, Emil merupakan salah satu perintis NU cabang istimewa di Jepang dan Khofifah saat ini masih menjabat sebagai Ketua Muslimat NU. Kepemimpinan Khofifah ini menjadi sumber dukungan untuk pasangan nomor satu ini.












