Data menunjukkan, PAD Jatim 2025 di kisaran Rp488 miliar, sementara Jawa Tengah sudah mencapai Rp696 miliar. “Minimal kita samai dulu, syukur bisa melampaui. Target realistis kita tembus Rp700 miliar kalau BUMD dikelola maksimal,” tegasnya optimistis.
Menanggapi isu penghapusan BUMD, Pranaya langsung meluruskan. Ia memastikan tidak ada agenda pengurangan jumlah BUMD secara langsung. “BUMD kita sekitar sembilan. Yang kita benahi itu anak usahanya. Mana yang tidak sehat, bisa ditutup atau dimerger,” pungkasnya. (caa)












