Menurutnya, hal itu menunjukkan semangat atlet Surabaya untuk terus berprestasi masih sangat kuat. Dalam pelaksanaan ajang ini, Disbudporapar tidak bekerja sendiri, melainkan berkolaborasi dengan KONI Surabaya.
“Kami tidak bisa bergerak sendiri. Kami berkolaborasi dengan KONI Surabaya, untuk merencanakan dan juga melaksanakan, termasuk monitoring langsung dalam setiap pelaksanaan kegiatan,” jelasnya.
Karena itu, Indri memastikan pengawasan pelaksanaan Piala Wali Kota dilakukan secara intensif hingga akhir pekan untuk memastikan seluruh rangkaian pertandingan berjalan lancar.
“Sampai Minggu pun juga kita terus memonitor segala pertandingan yang ada. Alhamdulillah hingga saat ini berjalan lancar sesuai dengan ekspektasi dari kami,” katanya.
Indri menegaskan Piala Wali Kota Surabaya menjadi salah satu ajang talent scouting sekaligus pemanasan bagi atlet menuju Porprov Jatim 2027. Jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan pun meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.
“Tahun ini lebih banyak dibanding tahun sebelumnya, ada sekitar 40 cabang olahraga. Di tahun sebelumnya mungkin ada sekitar 5-6 cabor yang dipertandingkan,” ungkapnya.











