Menurutnya, selama ini aktivitas seni di Surabaya masih banyak terpusat di Balai Pemuda Surabaya. Padahal, untuk mendorong pertumbuhan ekosistem yang lebih luas, diperlukan tambahan ruang berkesenian di berbagai titik kota.
Ia mengusulkan agar fasilitas milik pemerintah, seperti gedung-gedung yang belum dimanfaatkan secara optimal, dapat difungsikan sebagai galeri seni atau ruang ekspresi alternatif. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas akses bagi seniman sekaligus mendekatkan seni kepada masyarakat.
Di sisi lain, Ketua Umum Bengkel Muda Surabaya (BMS), Heroe Budiarto, menegaskan bahwa transformasi ini sudah berada di jalur yang tepat karena sejalan dengan kebijakan nasional di bidang kebudayaan.












