Lebih lanjut, Yordan menilai tantangan utama pembangunan Jawa Timur ke depan adalah kesenjangan antarwilayah.
Ia menyebut disparitas antara kawasan perkotaan dan pedesaan, termasuk wilayah kepulauan dan pesisir selatan, masih cukup tinggi.
“Terutama daerah Madura daerah kepulauan. Kemudian daerah pantai selatan, daerah sepanjang pantai selatan itu dari dulu memang jika dibandingkan dengan daerah industri itu relatif lebih rendah tingkat perekonomiannya,” katanya.
Menurutnya, pembangunan harus lebih merata dan tidak hanya terpusat di kawasan industri. Ia mendorong agar kebijakan ekonomi daerah lebih berpihak pada sektor pertanian dan masyarakat pedesaan.
“Tantangan terbesar buat Jatim bagaimana membuat sistem pembangunan industrialisasi kita itu bisa merata. Dan perekonomian kita itu betul-betul bisa berpihak kepada para petani. Sehingga mereka tidak perlu pindah ke kota untuk meningkatkan kesejahteraannya,” pungkasnya. (caa)



