Dalam pertemuan tersebut, wali kota perempuan pertama di Surabaya itu menyampaikan kepada perempuan Fatayat NU agar tidak bingung dan takut saat memasarkan produknya.
“Nanti diajari saat pelatihan dan juga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta saya sendiri ikut mempromosikan,” tandas Wali Kota Risma diiringi tepuk tangan.
Bahkan nantinya, kata Wali Kota Risma, perempuan Fatayat NU akan diberi wadah khusus saat pelatihan dan didampingi tim serta pengembangan usaha.
“Kalau mau gabung setiap sabtu dan minggu tanpa dipungut biaya. Nanti dalam pelatihan akan dibagi dan langsung praktek ditempat,” jelasnya.
Melihat upaya dan keinginan perempuan Fatayat NU untuk bergerak maju, Wali Kota Risma, optimis semua permasalahan dapat diselesaikan karena kuat dari segi finansial.
“Kalau semua mau mengubah nasib menjadi lebih baik, bukan tidak mungkin para ibu-ibu bisa menyekolahkan anaknya sampai ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.
Alasan Wali Kota Risma mengkaitkan pendidikan bagi anak-anaknya dengan usaha yang kini sedang diperjuangkan perempuan Fatayat karena saat ini cukup banyak tenaga kerja asing yang memasuki pasar Indonesia.












