Perwira pengendali lapangan dari Pamapta 3 Polres Tegal, IPDA Taufik Kusuma Wardhana, S.H., menegaskan bahwa respons cepat anggota dipicu oleh optimalisasi layanan darurat 110 yang terintegrasi.
“Begitu laporan masuk melalui Call Center 110, kami langsung bergerak cepat menuju lokasi bersama fungsi terkait. Fokus utama kami adalah pengamanan TKP, evakuasi korban, serta memastikan situasi tetap kondusif,” ujarnya.
Selain penanganan awal, petugas juga melakukan olah TKP, mendata korban dan saksi, serta berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan koordinator rombongan suporter. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh penumpang dalam kondisi aman sekaligus mengumpulkan data awal untuk proses penyelidikan.
Dari hasil temuan awal di lokasi, petugas mencium bau menyengat menyerupai bahan petasan dari dalam kabin bus. Namun demikian, kepolisian menegaskan bahwa penyebab pasti ledakan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut dan menunggu hasil pemeriksaan teknis.
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H. mengapresiasi kesiapsiagaan personel serta peran aktif masyarakat dalam melaporkan kejadian darurat.













