Ia menegaskan, pelaksanaan program tidak boleh hanya terpusat di kota besar seperti Jakarta. Pemerintah akan mendorong distribusi kuota lebih merata hingga ke berbagai wilayah, termasuk daerah dengan tingkat pengangguran tinggi.
“Prinsip pemerataan menjadi prioritas. Daerah dengan pengangguran tinggi akan mendapat proporsi lebih besar,” katanya.
Penambahan kuota dinilai krusial karena banyak lulusan baru masih terkendala minim pengalaman kerja. Melalui program ini, pemerintah ingin mempertemukan kebutuhan industri dengan tenaga kerja yang lebih siap.












