KEDIRI, Cakrawalanews.co – Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, membekali jemaah calon haji dari kabupaten ini dengan aneka makanan khas yakni sambal pecel serta sambal tumpang.
Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengatakan pemberian bekal itu adalah bentuk perhatian pemerintah daerah kepada jemaah calon haji agar selama di Tanah Suci mereka tetap bisa mengonsumsi makanan khas Kediri.
“Kalau di sana pastinya kangen dengan makanan khas Kediri karena rasanya. Sama-sama soto itu rasanya beda. Mie di Indonesia sama di Arab Saudi sudah beda. Jadi makanya kami membawakan sambal pecel, sambal tumpang, itu pasti yang dikangeni para jemaah,” katanya usai pelepasan jemaah calon haji di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri, Selasa, 7 April 2026.
Dewi Mariya Ulfa mengatakan pemkab sudah menyiapkan bekal itu untuk jemaah calon haji dan seluruhnya sudah dibagikan agar bisa dimasukkan ke dalam koper, termasuk tambahan saus hingga payung untuk berteduh.
Dewi Mariya Ulfa juga meminta agar jemaah calon haji menjaga kesehatan karena medan di Arab Saudi berbeda dengan di Tanah Air.
“Mau ibadah harus butuh fisik kuat, mau jalan ke masjid butuh beberapa kilometer kan. Jadi kesehatan itu kunci utama kalau ingin ibadah yang maksimal,” kata Dewi Mariya Ulfa.
Wakil Bupati juga meminta agar sesama jemaah calon haji, baik yang tua maupun muda, untuk saling bahu-membahu selama menjalankan ibadah.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri Abdul Kholiq Nawawi mengatakan jumlah jemaah calon haji asal Kabupaten Kediri yang berangkat pada musim haji 2026 ini mencapai 1.205 orang dengan 60 jemaah sebagai cadangan.
Sesuai dengan jadwal, rombongan akan berangkat pada hari Selasa, 19 Mei 2026 dan hari Rabu, 20 Mei 2026 dari halaman kantor Pemkab Kediri menggunakan bus yang telah disediakan menuju Asrama Haji Surabaya.
Abdul Kholiq Nawawi menambahkan bahwa hingga kini persiapan untuk keberangkatan jemaah calon haji sudah berjalan dengan baik dan berharap tidak ada kendala di kemudian hari.
“Mudah-mudahan tidak ada kendala, semua sudah siap tinggal berangkat,” kata Abdul Kholiq Nawawi.
Abdul Kholiq Nawawi juga menjelaskan bahwa banyak jemaah yang sudah berusia lanjut, sehingga mereka akan mendapatkan pengawalan ketat dari petugas medis serta petugas haji selama perjalanan.(wa/ar)



