“Kalau dulu UNAS, hari ini siswa kelas IX ujian, siswa kelas lain libur. Nah, (TKA) ini enggak. Jadi, selama pelaksanaan TKA, siswa-siswi tidak kami liburkan,” jelasnya.
Data Dispendik Surabaya mencatat, pelaksanaan TKA SMP diikuti oleh 321 lembaga dengan total 33.352 siswa. Untuk mendukung pelaksanaan, tersedia 677 laboratorium komputer dan 1.118 pengawas ruang yang disiagakan selama ujian berlangsung.
Febri juga memastikan aspek pengawasan dilakukan secara ketat untuk menjaga integritas pelaksanaan TKA. Sistem pengawasan silang diterapkan dengan melibatkan guru dari sekolah lain, serta pengaturan ketat terhadap barang bawaan peserta ujian.
“Jadi memang pengawasannya kita silang, tidak hanya dengan gurunya sendiri. Jadi lintas guru, misalkan tadi aku ke SMPN 1 itu ada dari beberapa SMP yang bukan (guru) dari SMPN 1 yang menjadi pengawas kelasnya,” ungkapnya.
Di samping itu, Febri menuturkan bahwa seluruh atribut seperti tas dan alat komunikasi siswa juga tidak diperbolehkan masuk ke ruang ujian. Peserta hanya diperkenankan membawa identitas diri saat memasuki laboratorium komputer.
Mekanisme pergantian sesi juga diatur dengan jeda waktu untuk menghindari interaksi antar peserta.












