Cakrawala DaerahCakrawala JatimCakrawala NewsHeadline

Pemkab Sumenep Tutup Permanen Sumur Bor Mengandung Gas di Desa Karduluk

×

Pemkab Sumenep Tutup Permanen Sumur Bor Mengandung Gas di Desa Karduluk

Sebarkan artikel ini
Pemkab Sumenep Tutup Sumur Bor Mengandung gas
Pemkab Sumenep Tutup Sumur Bor Mengandung gas

Sumenep, Cakrawalanews.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur resmi menghentikan aktivitas pengeboran sumur di Desa Karduluk lantaran diketahui mengandung gas yang berpotensi memicu kebakaran dan ledakan.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, menjelaskan pada hari Kamis, 2 April 2026 bahwa instruksi penghentian tersebut keluar setelah hasil uji laboratorium mengonfirmasi adanya kandungan gas pada sumur tersebut.

“Per hari ini, kami minta agar pengeboran sumur tersebut resmi dihentikan, karena berdasarkan uji laboratorium yang kami lakukan, memang mengandung gas,” ujar Dadang Dedy Iskandar saat memberikan keterangan di Sumenep.

Lokasi sumur bor tersebut berada di Dusun Somangkaan, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, yang berjarak sekitar 29 kilometer ke arah tenggara pusat Kota Sumenep.

Sebelum keputusan ini diambil, Pemkab Sumenep telah mengambil sampel air dari sumur bor tersebut untuk diuji secara klinis hingga hasilnya membuktikan adanya zat yang mudah terbakar.

Dadang Dedy Iskandar menegaskan bahwa perintah ini bersifat permanen demi menjaga keamanan warga sekitar lokasi pengeboran.

“Kalau sebelumnya instruksi penghentian yang kami sampaikan hanya sementara, tapi saat ini, kami meminta agar dihentikan total,” tegasnya.

Sumur yang menghebohkan warga tersebut merupakan milik seorang warga bernama Zamroni, di mana kandungan gas mulai terdeteksi setelah proses pengeboran mencapai kedalaman sekitar 20 meter.

Gejala adanya gas tersebut awalnya ditandai dengan aroma yang sangat tajam serta munculnya semburan api saat dilakukan pengujian awal di lubang bor.

“Saat itu, mengeluarkan bau menyengat, dan menyemburkan api saat disulut,” tambahnya.

Fenomena sumur bor mengandung gas di Desa Karduluk ini mencatatkan sejarah sebagai peristiwa kedua yang terjadi di wilayah Sumenep dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

Kejadian serupa pernah melanda Dusun Janggerra Timur, Desa Gadding, Kecamatan Manding pada tahun 2016 yang lalu, di mana saat itu pemerintah juga mengambil langkah tegas menutup sumur demi menghindari bahaya bagi masyarakat.(wa/ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *