Cakrawala DaerahCakrawala JatimCakrawala NewsHeadline

Serapan Gabah Bulog Tulungagung Meningkat Tajam Awal April 2026

×

Serapan Gabah Bulog Tulungagung Meningkat Tajam Awal April 2026

Sebarkan artikel ini
Serapan Gabah Bulog Tulungagung Meningkat Tajam
Serapan Gabah Bulog Tulungagung Meningkat Tajam

Tulungagung, Cakrawalanews.co – Perum Bulog Cabang Tulungagung, Jawa Timur, mencatat serapan gabah setara beras di wilayah kerjanya telah menembus angka hampir 20 ribu ton hingga hari Jumat, 3 April 2026.

Pencapaian ini menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 100 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kepala Perum Bulog Cabang Tulungagung Yonas Haryadi Kurniawan pada hari Jumat, 3 April 2026, menjelaskan bahwa total serapan tersebut dikumpulkan dari empat wilayah kerja yang meliputi Kabupaten Tulungagung, Kabupaten dan Kota Blitar, serta Kabupaten Trenggalek.

“Total serapan di seluruh wilayah kerja kami sudah hampir 20 ribu ton atau sekitar 30 persen dari target 64 ribu ton tahun 2026,” katanya.

Khusus untuk wilayah Kabupaten Tulungagung sendiri, Yonas Haryadi Kurniawan memaparkan bahwa serapan gabah setara beras hingga saat ini sudah menyentuh angka hampir 10 ribu ton.

Faktor cuaca yang sangat mendukung proses panen serta pergeseran jadwal panen petani yang lebih awal dibandingkan tahun lalu menjadi pendorong utama meningkatnya angka serapan tersebut.

“Cuaca cukup mendukung karena hujan lebih banyak terjadi malam hari, sehingga petani bisa maksimal saat panen,” ujarnya.

Selain kuantitas yang meningkat, kondisi alam ini juga memberikan dampak positif pada kualitas gabah, terutama pada aspek rendemen dan kadar air yang terpantau relatif rendah.

Bulog menyatakan optimisme bahwa pada masa panen raya tahun ini, serapan gabah dapat mencapai kisaran 70 persen dari total target tahunan atau setara dengan 44 ribu ton beras.

Sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan serapan yang terus berlangsung, Bulog Tulungagung telah menambah kapasitas ruang simpan dengan menyewa gudang milik swasta serta mengoptimalkan gudang mitra di berbagai titik.

“Penambahan gudang kami lakukan karena kapasitas gudang utama tidak mencukupi untuk menampung hasil serapan tahun ini,” kata Yonas.(wa/ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *