Bangkalan, Cakrawalanews.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa konsisten mendukung Sekolah Rakyat (SR) melalui kegiatan Sapa Bantuan Sosial (Bansos) Amaliyah Ramadhan 1447 Hijriah di berbagai wilayah sebagai upaya penguatan pendidikan inklusif.
“Kami ingin anak-anak SR juga merasakan perhatian dan dukungan agar mereka semakin semangat belajar, terus semangat dan optimistis untuk meraih cita-cita,” kata Khofifah saat Sapa Bansos Amaliah Ramadhan di Bangkalan pada hari Rabu, 18 Maret 2026.
Kegiatan tersebut telah memasuki titik ke-17 dengan melibatkan sembilan Sekolah Rakyat, dan jumlahnya dipastikan akan terus bertambah seiring berjalannya agenda di berbagai daerah di Jawa Timur.
Sembilan SR yang telah terlibat antara lain Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 51 Bangkalan, Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 24 Kediri, SRMA 25 Lamongan, Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 29 Pamekasan, SRMP 15 Mojokerto, SRT 2 Banyuwangi, SRT 18 Tuban, SRT 8 Jombang, hingga SRMA 37 Gresik.
Dalam setiap kegiatan, para siswa turut dilibatkan untuk menampilkan kesenian hadrah yang secara khusus diminta oleh Gubernur Khofifah, sekaligus menambah suasana kebersamaan dalam rangkaian kegiatan sosial tersebut.
Selain itu, para siswa juga menerima bantuan berupa peralatan ibadah dan tas sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan mereka.
Pada kegiatan sebelumnya di Mojokerto pada hari Kamis, 26 Februari 2026, Gubernur Khofifah juga mengajak para siswa SR berbuka puasa bersama di Pendopo Kabupaten Mojokerto dengan suasana penuh kehangatan.
Interaksi langsung dengan gubernur menjadi pengalaman berkesan bagi para siswa, terutama mereka yang berasal dari latar belakang sederhana.
Salah seorang siswa SRT 51 Bangkalan, Raffa Inayah mengaku bangga dapat bertemu langsung dengan gubernur.
“Saya senang sekali dan bangga bisa bertemu Ibu Gubernur, apalagi saya dipeluk langsung. Ini pertemuan pertama kali saya dengan Ibu Gubernur,” katanya.
Raffa menyampaikan bahwa pendidikan di SR tidak hanya memberikan pelajaran umum, tetapi juga pembinaan karakter, kedisiplinan dan nilai kehidupan.
“Saya bangga sekali bisa sekolah di SR. Di sini kami diajarkan banyak hal, bukan hanya pelajaran, tapi juga bagaimana bersikap, disiplin, dan punya mimpi. Guru-gurunya juga sangat peduli, jadi kami merasa diperhatikan dan punya keluarga baru. Saya jadi lebih semangat belajar dan ingin membuktikan kalau kami juga bisa sukses,” tuturnya.
Bagi para siswa, keberadaan SR menjadi titik balik dalam kehidupan mereka dengan menghadirkan harapan baru melalui pendidikan yang memadukan pengetahuan umum dan pembentukan karakter.(wan/an)












