Sebelumnya, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mengkaji berbagai langkah penghematan sebagai antisipasi dampak konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian global. Ia mencontohkan sejumlah kebijakan penghematan yang telah diterapkan di Pakistan.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara Jakarta, Jumat (13/3/2026), Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah Pakistan memangkas gaji pejabat negara, mulai dari anggota kabinet hingga anggota parlemen. Dana hasil pemotongan tersebut kemudian dialokasikan untuk membantu kelompok masyarakat yang paling rentan.
“Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR, dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau kelompok yang paling lemah,” kata Prabowo.
Selain pemotongan gaji, Pakistan juga melakukan sejumlah langkah efisiensi lain, seperti memangkas jatah bahan bakar bagi kementerian dan membatasi penggunaan kendaraan dinas hingga hanya 40 persen yang boleh beroperasi setiap hari.
Pemerintah Pakistan juga menghentikan sementara berbagai belanja negara, termasuk pembelian pendingin ruangan (AC), kendaraan dinas, hingga perabot kantor di lembaga pemerintahan.












