Cakrawalanews.co! – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara aktif mendorong percepatan normalisasi kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) sebagai langkah konkret untuk mewujudkan target Jawa Timur Zero ODOL pada tahun 2027. Upaya ini dilakukan melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, hingga komunitas pengemudi guna menciptakan sistem transportasi yang lebih tertib.
Dalam keterangannya di Surabaya pada Sabtu, 7 Maret 2026, Khofifah menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari komitmen bersama. “Apa yang kita lakukan hari ini merupakan bagian dari ikhtiar kita bersama dalam normalisasi kendaraan ODOL. Insya Allah kalau kita gerak bersama Jawa Timur Zero ODOL Tahun 2027,” ujarnya. Program ini juga selaras dengan arahan pemerintah pusat di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Khofifah menilai normalisasi dimensi kendaraan sangat krusial untuk menjaga kualitas infrastruktur jalan dan menjamin keselamatan pengguna jalan. Saat ini, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur telah melakukan pengukuran terhadap 209 unit kendaraan milik anggota Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT). Berdasarkan data yang ada, dari 238 unit kendaraan, sebanyak 160 unit telah dikeluarkan spesifikasi teknis dimensinya dan diwajibkan untuk segera dinormalisasi.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun memberikan dukungan nyata dengan memfasilitasi biaya pemotongan dimensi kendaraan secara bertahap, terutama bagi pemilik kendaraan perorangan yang juga berprofesi sebagai sopir. Khofifah menjelaskan, “Proses normalisasi semuanya difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui dukungan pembiayaan pemotongan dimensi kendaraan.”
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberadaan kendaraan ODOL justru dapat menghambat penguatan logistik nasional karena memicu kerusakan jalan dan meningkatkan risiko kecelakaan. “Di tengah penguatan logistik nasional, ODOL justru bisa menjadi penghambat. Kerusakan jalan akibat beban berlebih akan mempengaruhi efektivitas distribusi dan keselamatan,” jelas Khofifah.
Menutup pernyataannya, Khofifah meyakini bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama kesuksesan program ini. Ia menyampaikan bahwa “Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas pengemudi, serta berbagai pemangku kepentingan merupakan modal penting dalam mewujudkan transportasi jalan yang lebih tertib, aman, dan berkelanjutan.” Ia pun mengajak seluruh pemilik kendaraan untuk segera melakukan normalisasi agar visi besar di tahun 2027 dapat tercapai. “Sekali lagi, terimakasih. Mari kita teruskan, kendaraan-kendaraan yang masih kategori ODOL, mari kita normalisasi bersama, dengan kekuatan yang kita miliki Insya Allah, kita bisa zero ODOL 2027 di Jawa Timur,” pungkasnya.( ar/az)












