Selain itu, imbuh Dodhot, kondisi pemanfaatan data untuk lokasi kapal dan pipa laut ini sifatnya masih terbatas hanya di daerah Singapura, Selat Madura, Jakarta, Sulawesi dan Kalimantan. Bagi daerah-daerah yang lain masih memanfaatkan data gelombang radio. Harapannya dengan adanya data satelit ini semua bisa ter-cover semuanya, pungkasnya.
Sekadar diketahui, ITS bersama LAPAN sudah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang kerja sama pengembangan satelit ini di kantor LAPAN di Bogor, pada awal April lalu.(ris)












