Cakrawala DaerahCakrawala JatimCakrawala SurabayaHeadline

Revitalisasi Pasar Dungus: Pemkab Madiun Tambah Kapasitas Kios dan Fasilitas Modern

×

Revitalisasi Pasar Dungus: Pemkab Madiun Tambah Kapasitas Kios dan Fasilitas Modern

Sebarkan artikel ini
Raker Revitalisasi Pasar Dungus
Raker Revitalisasi Pasar Dungus

Cakrawalanews.co- Pemerintah Kabupaten Madiun memastikan pembangunan kembali Pasar Dungus di Desa Dungus, Kecamatan Wungu, akan mengusung konsep yang lebih luas dan modern pasca-kebakaran hebat pada tahun 2022 silam. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, menjelaskan bahwa proyek ini tidak hanya sekadar membangun ulang, tetapi juga menambah kapasitas daya tampung bagi para pedagang. Pada Senin, Boby menyebutkan bahwa kebutuhan awal yang tercatat adalah 36 unit kios dan 256 unit los, namun rencana pembangunan telah ditingkatkan. “Namun nantinya, saat dibangun kapasitas bertambah menjadi 44 kios dan 267 los untuk pedagang,” ujar Bobby.

Pasar Dungus nantinya akan berdiri megah dengan dua lantai yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang kenyamanan, mulai dari ruang laktasi, klinik, hingga toilet yang memadai. Area luar gedung juga akan dilengkapi dengan mushala, tempat pembuangan sampah (TPA), dan instalasi pengolahan air limbah (Ipal). Boby merinci lebih lanjut bahwa lantai dua pasar akan diperuntukkan bagi kios, los, zona foodcourt, serta kantor pengelola. “Fasilitas di luar gedung juga terdapat mushala, toilet, TPA, dan Ipal. Sedangkan Lantai 2 memiliki fasilitas kios, los, juga zona foodcourt, serta kantor,” tambahnya.

Dalam proses perencanaannya, Bupati Madiun turut memberikan atensi khusus agar tata letak bangunan memperhatikan jarak dengan permukiman warga serta memastikan akses keluar masuk bagi pedagang los berjalan lancar. Bupati juga meminta adanya penambahan jumlah toilet untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan pengunjung. Selain itu, Bupati telah menyiapkan nama resmi bagi bangunan baru tersebut, yakni “Pasar Dungus Bersahaja”, yang selaras dengan visi misi Kabupaten Madiun.

Fokus lain yang menjadi prioritas pengelola adalah pengelolaan area Ipal, terutama di zona daging, untuk mencegah munculnya aroma tidak sedap karena area tersebut merupakan lahan basah yang sensitif. Kontrol ketat terhadap pipa pembuangan dan ketersediaan air bersih menjadi kunci utama agar suasana pasar tetap kondusif bagi pedagang maupun pembeli. Sebagaimana diketahui, sejak terbakar pada September 2022, para pedagang telah beraktivitas di pasar penampungan sementara. Kini, setelah tiga tahun berselang, langkah Pemkab Madiun membangun kembali pasar ini diharapkan mampu menghidupkan kembali denyut ekonomi rakyat di wilayah setempat.( wa/Ta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *