Cakrawalanews.co- Perum Bulog Cabang Tulungagung, Jawa Timur, kini tengah menggencarkan penyerapan gabah dan jagung pipil langsung dari petani sebagai langkah nyata mendukung program swasembada serta ketahanan pangan nasional. Pemimpin Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, menjelaskan pada Minggu bahwa tahun ini pihaknya memikul tanggung jawab besar dengan target penyerapan sebesar 64 ribu ton gabah setara beras dan 11 ribu ton jagung pipil. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sekitar 52 persen dibandingkan target tahun 2025 yang hanya sebesar 42 ribu ton gabah setara beras.
Optimisme tinggi menyelimuti pencapaian target tersebut karena wilayah kerja Bulog Tulungagung berada di daerah strategis yang merupakan sentra produksi padi dan jagung. “Wilayah kerja kami berada di daerah sentra produksi padi dan jagung, sehingga kami optimistis target 2026 dapat tercapai,” ujar Yonas. Langkah ini juga sejalan dengan ambisi nasional di mana pada tahun 2026, Bulog ditargetkan mampu menyerap total 4 juta ton gabah setara beras dan 1 juta ton jagung pipil di seluruh Indonesia.
Hingga saat ini, realisasi di lapangan telah menunjukkan hasil positif dengan terserapnya sekitar 15 ribu ton gabah kering panen (GKP) dan 5 ribu ton jagung pipil kering. Proses penyerapan ini dilakukan secara proaktif melalui Tim Jemput Pangan yang terjun langsung ke berbagai sentra produksi, termasuk di Desa Tanggulkundung, Kecamatan Besuki. Gabah dibeli dengan harga Rp6.500 per kilogram sesuai dengan ketentuan pemerintah, namun dengan pengawasan kualitas yang ketat.
Terkait standar kualitas tersebut, Yonas menegaskan bahwa gabah yang masuk tidak boleh dipanen terlalu muda atau mengalami kerusakan akibat penyimpanan yang terlalu lama. “Karena beras ini akan menjadi stok cadangan pangan nasional, kualitas harus benar-benar terjaga,” katanya. Selain fokus pada kualitas, Bulog Tulungagung juga telah menyiapkan skema mitigasi berupa gudang alternatif di samping gudang induk untuk mengantisipasi potensi lonjakan hasil panen agar tidak terkendala masalah kapasitas penyimpanan.
Yonas menambahkan bahwa capaian serapan pada tahun ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025, yang saat itu belum mencatatkan realisasi penyerapan gabah dan jagung yang signifikan.
Melalui serangkaian langkah strategis ini, Bulog Tulungagung yakin dapat memenuhi target yang ditetapkan sekaligus memastikan ketersediaan cadangan pangan nasional tetap terjaga secara berkelanjutan.( wa/at)
?



