Cakrawala DaerahCakrawala JatimCakrawala NewsHeadline

Pemkot Madiun Luncurkan Paket Wisata Religi untuk Gali Potensi Sejarah dan Ekonomi Kreatif

×

Pemkot Madiun Luncurkan Paket Wisata Religi untuk Gali Potensi Sejarah dan Ekonomi Kreatif

Sebarkan artikel ini
Masjid Kuncen di Kelurahan Kuncen, Kota Madiun,
Masjid Kuncen di Kelurahan Kuncen, Kota Madiun,

Cakrawalanews.co- Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, terus berbenah dan berupaya mengangkat potensi cagar budaya di wilayahnya untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata berkonsep urban tourism. Memasuki bulan Ramadhan 1447 Hijriah, tepatnya pada Sabtu, 28 Februari 2026, Pemkot Madiun resmi meluncurkan paket wisata religi yang dirancang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif daerah.

Paket ini menghubungkan tiga titik destinasi utama, yakni Pahlawan Religi Center (PRC) di kawasan Pahlawan Street Center (PSC), makam dan Masjid Kuncen di Kelurahan Kuncen, serta makam dan Masjid Taman di Kelurahan Taman.

Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, menjelaskan bahwa kehadiran paket ini diharapkan menjadi daya tarik baru yang memperkenalkan nilai sejarah kepada masyarakat luas.

“Selama ini Kota Madiun dikenal dengan kawasan Pahlawan Street Center dan Pahlawan Religi Center. Dengan hadirnya paket wisata religi, diharapkan mampu menjadi daya tarik baru bagi wisatawan sekaligus memperkenalkan sejarah serta nilai-nilai religi kepada masyarakat luas,” ujar Bagus saat peluncuran di Kota Madiun, Sabtu.

Salah satu destinasi unggulan dalam paket tersebut adalah Makam Kuno Kuncen yang merupakan tempat peristirahatan Bupati Madiun pertama, Pangeran Timur atau Ki Ageng Panembahan Ronggo Jumeno, yang menjabat pada 1568–1586. Di kompleks tersebut juga berdiri Masjid Kuncen yang dibangun pada abad ke-16 sebagai pusat penyebaran agama Islam.

Selain itu, terdapat Masjid Kuno Taman atau Masjid Donopuro yang dibangun sekitar tahun 1756 pada era kepemimpinan Bupati Madiun Ronggo Prawirodirjo I. Di kawasan ini juga terdapat makam tokoh-tokoh penting seperti Raden Ronggo Prawirodirjo II hingga panglima perang Pangeran Diponegoro, Sentot Ali Basya.

Bagus menekankan bahwa fokus utama pengembangan wisata ini tidak hanya terpaku pada jumlah kunjungan, tetapi juga pada penggalian potensi budaya, penguatan UMKM, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Ia berharap peluncuran paket wisata menjelang bulan suci Ramadhan ini dapat memberikan dampak ganda bagi kesejahteraan warga setempat. “Mulai dari peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, menggeliatkan sektor ekonomi kreatif, hingga memberdayakan UMKM lokal warga setempat agar semakin naik kelas,” kata Bagus.

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mewujudkan sadar wisata atau Sapta Pesona agar iklim pariwisata di Kota Madiun tetap kondusif dan diminati banyak orang.( wa/at)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *