Cakrawala DaerahCakrawala JatimCakrawala NewsHeadline

Dinkes Kota Malang Uji Sampel Jajanan Pasar Takjil untuk Pastikan Keamanan Konsumen

×

Dinkes Kota Malang Uji Sampel Jajanan Pasar Takjil untuk Pastikan Keamanan Konsumen

Sebarkan artikel ini
Dinkes Kota Malang Uji Sampel Jajanan Pasar Takjil
Dinkes Kota Malang Uji Sampel Jajanan Pasar Takjil

Cakrawalanews.co-Pemerintah Kota (Pemkot) Malang meminta kepada seluruh pedagang di pasar takjil agar memperhatikan penggunaan bahan baku makanan dan minuman yang sesuai dengan standar keamanan pangan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr. Husnul Muarif, menyampaikan hal tersebut seusai melakukan pengambilan sampel makanan dan minuman di pasar takjil di Jalan Ir. Rais pada hari Rabu. Menurutnya, setiap pedagang pasar takjil memiliki kewajiban moral untuk memastikan kesehatan seluruh pembeli yang datang.

“Imbauan kami bukan hanya kepada yang mengonsumsi, sehingga kami menganjurkan untuk menggunakan bahan yang sesuai dengan ketentuan (sehat dan aman dikonsumsi),” kata Husnul menekankan pentingnya kesadaran para pedagang.

Sebagai bentuk pengawasan nyata terhadap keamanan pangan, Dinkes melakukan pengambilan dan pengujian sampel makanan serta minuman di sejumlah lokasi pasar takjil. Program tes sampel ini telah dijadwalkan berlangsung sejak 23 hingga 26 Februari 2026 dengan melibatkan peran aktif petugas puskesmas setempat. Secara khusus pada hari ini, tim dari Puskesmas Janti mengambil sampel di Jalan Ir. Rais Gang IX, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Petugas mengamankan tujuh jenis makanan untuk diuji, yakni pempek, gulali, peuyeum, sosis, saos, bumbu tabur, dan cilok.

Pemeriksaan ini dilakukan secara mendalam untuk mengantisipasi adanya penggunaan zat berbahaya seperti pewarna tekstil, pemanis buatan, hingga bahan pengenyal seperti boraks. Husnul menjelaskan bahwa tim yang turun ke lapangan terdiri dari berbagai tenaga ahli untuk memastikan kualitas makanan yang beredar.

“Ada (petugas) promkes, kemudian juga ada sanitarian. Ini semua untuk memberikan dukungan event (pasar takjil) ini agar nantinya jajanan, makanan, dan minuman yang disajikan itu adalah jajanan yang sehat dan aman,” ujarnya.

Aksi pengawasan ini juga mendapatkan dukungan penuh dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pengurus RT, RW, PKK, hingga Kelompok Kerja Kota Sehat. Terkait hasil uji laboratorium dari sampel yang diambil, Husnul menjelaskan bahwa prosesnya membutuhkan waktu karena setiap sampel harus melalui masa inkubasi selama 2 x 24 jam. Hasil tersebut diperkirakan baru bisa diketahui paling cepat pada hari Kamis (26/2).

“Besok akan saya berikan informasinya ya mengenai hal tersebut,” tutur Husnul menutup penjelasannya.( wa/at)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *