Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri, pada Rabu, 25 Februari 2026, menekankan bahwa edukasi ini merupakan langkah strategis bagi masa depan ekonomi. “Capaian literasi ini menjadi modal penting untuk terus mendorong peningkatan inklusi keuangan syariah,” ungkapnya dalam keterangan resmi. Sebagai bentuk nyata, OJK menghadirkan program School of Syariah (SOS) yang salah satunya dilaksanakan di Kabupaten Ngawi.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara OJK Kediri, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Ngawi, serta PT BPRS Kabupaten Ngawi (Perseroda). Sebanyak 200 pelajar SMP di Kabupaten Ngawi berpartisipasi dalam acara yang dirancang untuk membangun kebiasaan menabung dan pemahaman pengelolaan keuangan yang bijak. Mengenai hal ini, Ismirani menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan agar anak muda lebih percaya diri dalam berinteraksi dengan lembaga keuangan. “Melalui School of Syariah, kami ingin memperkuat pemahaman tersebut sejak usia sekolah, agar generasi muda tidak hanya mengenal, tetapi juga percaya diri memanfaatkan produk keuangan syariah secara bijak dan bertanggung jawab. Inilah langkah nyata membuka jalan kebaikan bersama keuangan syariah,” tambahnya.
Urgensi edukasi ini juga didukung oleh data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK 2025 yang menunjukkan tingkat literasi keuangan syariah masyarakat telah mencapai 43,42 persen.
Meski demikian, tingkat inklusi keuangan syariah yang tercatat sebesar 13,41 persen menunjukkan bahwa ruang pertumbuhan masih sangat terbuka lebar. Melalui kegiatan edukasi yang masif, diharapkan masyarakat, terutama generasi penerus, menjadi lebih akrab dengan sistem keuangan ini.
Dukungan penuh juga datang dari Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, yang hadir dalam kegiatan tersebut. Beliau menyampaikan apresiasinya dan menilai bahwa edukasi keuangan di tingkat sekolah adalah investasi jangka panjang untuk membentuk karakter bangsa. Beliau menegaskan bahwa,
“Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang cerdas finansial dan menjadi agen literasi keuangan syariah di lingkungannya.”
Sepanjang acara, para pelajar mendapatkan berbagai materi krusial, mulai dari manajemen uang saku, pengenalan layanan perbankan syariah yang diawasi OJK, hingga peringatan dini mengenai bahaya aktivitas keuangan ilegal dan judi daring.
Inisiatif ini merupakan bagian dari kampanye nasional Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 yang mengusung tema besar “Membuka Jalan Kebaikan Bersama Keuangan Syariah”.( aw/ar)



