“Perahu kayu nelayan yang selama ini hanya dikerjakan oleh pengrajin, nantinya akan mendapat sentuhan engineer,” terangnya.
Ia juga mengatakan, adanya perahu kayu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi beberapa sektor pariwisata pantai di Indonesia. “Di Raja Ampat contohnya, adanya kapal kayu dapat menjadi ciri khas tersendiri,” lanjutnya.
Nantinya, menurut Daniel, kapal kayu ini akan diinovasikan sedemikian rupa agar bisa menarik minat turis. Diberi layar misalnya, ucap Daniel. Dengan beberapa keuntungan tersebut, imbuhnya, tentu galangan kapal kayu akan menjadi ladang perekonomian baru bagi masyarakat nantinya.
Daniel juga berharap, galangan kapal ITS tersebut nantinya dapat juga menjadi museum, atau tempat berkunjung sekaligus belajar mengenai proses pembuatan kapal kayu, khususnya bagi warga Surabaya. Ia mengungkapkan, angka 2020 yang ia pasang, bukanlah tanpa perhitungan.
“Research sudah dilaksanakan, tinggal menunggu dana terkumpul dari beberapa sponsor,” pungkas profesor yang ramah tersebut.(rur)












