Kedua warga yang meninggal akibat Leptospirosis itu, diketahui berdomisili di Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan dan Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran.
“Dengan temuan ini, kami menggandeng Dinkes Provinsi Jawa Timur untuk melakukan pemeriksaan di lingkungan warga yang meninggal karena kencing tikus,” ujarnya.
Yusminingsih menuturkan upaya itu dilakukan karena, kasus penyakit kencing tikus meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu. Dimana pada 2017 lalu, ada 6 penderita dan satu di antaranya meninggal dunia. Penyakit ini terdeleteksi oleh Dinkes sejak awal 2017.












