“Melalui cara ini, ia juga berharap pelaku industri kreatif di Kota Surabaya terus bertumbuhan,” katanya.
Sementara itu Creative Advisor dari Kreavi, Anto Motulz, mengaku senang karena kreavi sudah diajak berkolaborasi dengan PT PP Properti Suramadu dan Pemkot Surabaya. Bagi mereka, ini adalah tantangan next level, karena selama ini biasanya hanya berkolaborasi dengan pihak branding.
Untuk mendukung semua rencana itu, kata dia, Kreavi telah mengadakan kumpul kreavi ke-35 dengan tema “Conceptual Creative City” yang digelar di Koridor Coworking Space pada Sabtu (14/4). Di acara ini digelar seminar tentang branding dan workshop.
Menurut dia, branding sebuah kota bukan hanya sekadar membuat logo atau tagline saja, melainkan juga membangun keselurahan strategi dengan detail dan dengan proses yang matang.
“Melalui kumpul kreavi ini, kami akan membahas bagaimana membangun sebuah kota beserta citranya yang dapat memberikan pengaruh yang luas pada persepsi publik,” ujarnya.












