Surabaya, CakrawalaNews.co – Memasuki bulan Ramadan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menambah kekuatan tim perbaikan jalan pada malam hari untuk mengantisipasi meningkatnya aktivitas warga. Langkah ini dilakukan agar kerusakan jalan, khususnya yang berlubang, bisa segera ditangani tanpa mengganggu mobilitas masyarakat.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menegaskan bahwa percepatan perbaikan jalan tetap menjadi prioritas, terlebih saat intensitas kegiatan warga bertambah di malam hari.
“Jadi di Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) itu juga punya Satgas Khusus untuk perbaikan jalan, sama seperti di Satgas Drainase. Sehingga setiap ada laporan atau temuan di lapangan, tim bisa langsung bergerak cepat tanpa harus menunggu lama,” ujar Syamsul, Sabtu (21/2/2026).
Saat ini, DSDABM mengerahkan sembilan tim Satuan Tugas (Satgas) perbaikan jalan yang terbagi dalam lima rayon. Selain patroli rutin pada siang hari, tim juga disiagakan untuk merespons laporan masyarakat melalui berbagai kanal resmi Pemkot Surabaya.
“Kalau ada jalan berlubang itu dilaporkan, kemudian langsung ditindaklanjuti. Itu untuk percepatan perbaikan jalan, supaya masyarakat tidak terlalu lama terganggu aktivitasnya,” tegasnya.
Kepala DSDABM Kota Surabaya, Hidayat Syah, menjelaskan bahwa jumlah tim telah ditingkatkan, termasuk pembentukan Unit Reaksi Cepat (URC) dan tambahan tim malam selama Ramadan.
“Awalnya memang dari lima tim kita tingkatkan jadi delapan, plus dengan satu yang untuk URC, jadi sembilan tim. Terus untuk malam hari kami siapkan ada tiga tim. Karena Ramadan ini kan banyak kegiatan, biasanya aktivitas malam juga tambah banyak, jadi kita fokus ke situ supaya pelayanan tetap maksimal,” paparnya.
Ia memastikan respons dilakukan secepat mungkin tanpa harus menunggu batas waktu tertentu.
“Yang pasti kami langsung turun. Jadi begitu ada laporan atau temuan, tim segera kami arahkan ke lokasi agar kerusakan jalan tidak semakin melebar dan membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.
Dari sisi dukungan anggaran, pemeliharaan rutin jalan tahun ini dialokasikan sekitar Rp40 miliar, relatif sama dengan tahun sebelumnya.
“Sekitar Rp40 miliar, hampir sama dengan tahun kemarin. Jadi di samping pembangunan (jalan), kita juga ada pemeliharaan,” ungkap Syamsul.
Sementara itu, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DSDABM Kota Surabaya, Dedy Purwito, menyebut setiap tim telah dilengkapi armada dan peralatan lengkap, termasuk truk pengangkut hotmix, kendaraan pickup, serta alat pemadatan.
“Jadi dalam sehari kita bisa menghabiskan 50-60 ton hotmix. Jadi dari sembilan satgas tadi itu mereka ada armada truk untuk mengangkut hotmixnya, sehingga distribusi material ke titik-titik perbaikan bisa cepat,” kata Dedy.
Ia menambahkan, total penggunaan material hotmix per hari bisa mencapai sekitar 60 ton, tergantung tingkat kerusakan di lapangan.
“Jadi masing-masing tim itu bisa membawa delapan sampai sembilan ton hotmix di masing-masing truk. Jadi totalnya kurang lebih sehari bisa 60 ton untuk perbaikan jalan-jalan yang berlubang, tergantung tingkat kerusakannya,” jelasnya.
Pemkot Surabaya juga mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dengan melaporkan jalan rusak melalui aplikasi WargaKu atau layanan Command Center 112 agar tim dapat segera diturunkan ke lokasi.
“Kami harapkan juga partisipasi warga untuk memberikan laporan kaitan dengan jalan-jalan yang rusak atau berlubang. Partisipasi warga bisa melalui aplikasi WargaKu, atau juga telepon ke 112, sehingga kami bisa segera menurunkan tim ke lokasi,” pungkasnya.












