Cakrawalanews.co, – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, secara resmi meluncurkan agenda “Banyuwangi Atractions 2026” sebagai upaya strategis dalam memperkuat identitas lokal sekaligus menjadi wadah konsolidasi masyarakat. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menjelaskan bahwa agenda tahun ini merangkum 86 atraksi yang didominasi oleh kegiatan seni budaya yang telah mengakar dalam tradisi masyarakat setempat, seperti Barong Ider Bumi, Tumpeng Sewu, Seblang, hingga Kebo-Keboan. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) dari Presiden Prabowo yang mengamanatkan setiap daerah untuk memperkuat seni budaya lokal demi memperkaya budaya nasional.
Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa Banyuwangi telah menginisiasi program Banyuwangi ASRI guna mempercepat implementasi program nasional tersebut, khususnya pada aspek keindahan yang diwujudkan melalui pembangunan pariwisata berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berbasis kearifan lokal. Beliau menekankan pentingnya pelestarian tradisi secara aktif dengan menyatakan, “‘Banyuwangi Atractions’ salah satu cara kami menguatkan identitas lokal daerah, serta ajang konsolidasi warga, dan ini sesuai dengan program Indonesia ASRI dari Presiden Prabowo.” Ipuk juga menambahkan keyakinannya bahwa budaya tidak cukup hanya diwariskan, tetapi harus dirawat, dipentaskan, dan dibanggakan.
Lebih lanjut, Bupati Ipuk memandang “Banyuwangi Atractions” sebagai panggung besar yang menyatukan berbagai sektor mulai dari budaya, olahraga, hingga pariwisata dalam semangat kebersamaan. Baginya, rangkaian agenda ini bukan sekadar tontonan visual semata, melainkan ruang ekspresi yang vital bagi para seniman lokal, generasi muda, dan pelaku ekonomi kreatif di Banyuwangi. Beliau menekankan, “Atraksi yang dikemas apik ini menjadi cara kami menguatkan identitas budaya sekaligus memastikan tradisi tetap hidup dan relevan dengan zaman.”
Rangkaian agenda besar yang akan memeriahkan tahun 2026 ini mencakup berbagai ritual adat populer seperti Seblang Olehsari pada akhir Maret, Kebo-Keboan Alasmalang di bulan Juni, Petik Laut Muncar pada Juli, hingga puncaknya Gandrung Sewu pada 24 Oktober. Tidak hanya seni budaya, para penggemar olahraga juga akan dimanjakan dengan ajang pemacu adrenalin seperti Banyuwangi BMX Super Cross dan Banyuwangi Ijen Geopark Downhill. Sebagai pelengkap bagi para pelari, keindahan alam Banyuwangi akan tersaji secara eksotis melalui trek hijau dalam agenda Ijen Green Run/Trail yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang.(wa/ar)












