Dalam kasus pembunuhan berencana yang melibatkan mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo misalnya, Sahroni mendesak agar Sambo diperlihatkan ke muka publik. Saat itu, publik menuntut transparansi penanganan karena besarnya kecurigaan masyarakat.
Hingga akhirnya terungkap bahwa Sambo yang mendalangi pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat, dalam kasus yang kemudian mengguncang institusi kepolisian dan menjadi perhatian nasional.
Begitu juga dalam kasus penyelundupan sabu-sabu 1 ton yang melibatkan Irjen Pol Teddy Minahasa. Sahroni meminta Polri tidak memihak dan melindungi Teddy. Sahroni juga mengapresiasi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit yang mencopot, menangkap, dan mengadili Teddy yang merupakan seorang jenderal di institusinya.
Selain itu, kata Eka, sebagai tokoh masyarakat Kebon Bawang, Ahmad Sahroni sangat peduli terhadap lingkungan. Hampir setiap minggu Ahmad Sahroni bagi-bagi ke anak yatim piatu. Ada juga jumat berkah yang dibagikan ke warga.
“Bahkan dulu tiga hari setelah dijarah, tetap bagi-bagi sembako. Ibaratnya kan habis kena musibah, tapi tetap perhatian ke warga sekitar,” jelasnya.












