Lebih lanjut Kabid P2PL ini menegaskan, penyakit kencing tikus ini, disebabkan oleh bakteri leptospira pada kencing dan kotoran tikus. Leptospira sendiri adalah sebuah organisme yang hidup di perairan air tawar, tanah basah, lumpur, dan tumbuh-tumbuhan. Bakteri ini masuk ke air atau tanah dan bisa bertahan hingga berbulan-bulan.
“Sebenarnya tidak hanya tikus saja, namun pada hewan lain seperti anjing, kambing, sapi, juga bisa menularkan. Di Indonesia yang banyak ditemukan leptospira itu pada tikus,” tuturnya.
Karena Itu, Yusminingsih berharap warga menjaga lingkungan rumah. Misalnya membuang sampah dapur dalam waktu 1 x 24 jam.(wan)












