Salah satu indikator yang menjadi sorotan adalah turunnya peringkat layanan publik Jatim secara nasional. “Peringkat layanan publik kita di Jatim ini, peringkat kita itu di angka 12 atau 11 itu, secara nasional. Sekarang turun kita ini menjadi peringkat 14 nasional terkait dengan layanan publik kita,” ujarnya.
Selain layanan publik, Fraksi PKB juga menyoroti Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jatim yang dinilai masih tinggi. Abdul Qodir menyebut, pada 2024 TPT Jatim berada di angka 4,19 persen. Namun setelah satu tahun kepemimpinan periode kedua Khofifah-Emil, penurunannya dinilai tidak signifikan.
“Tapi di tahun 2025 ini stak, tidak ada penurunan angka pengangguran kita. Berarti kerja, stimulus kaitannya dengan pengangguran tidak jalan,” ujarnya.
“Setahun lebih bekerja gubernur, sesuai janjinya belum bisa menurunkan angka itu sesuai target yang ada di RPJMD, terkait pengangguran,” tambahnya.



