Cakrawalanews.co-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun resmi mengoperasikan rangkaian kereta api tambahan guna mengantisipasi lonjakan volume penumpang selama masa angkutan Lebaran 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan transportasi masyarakat di wilayah Jawa Timur bagian barat tetap terakomodasi dengan baik selama periode mudik dan balik.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa salah satu armada utama yang disiapkan adalah KA Brantas Tambahan. Rangkaian ini melayani kelas bisnis dan ekonomi dengan relasi Stasiun Blitar menuju Pasarsenen, Jakarta. Menurutnya, penambahan ini merupakan respon langsung terhadap tingginya minat masyarakat pada rute-rute favorit.
“Untuk mengakomodasi kebutuhan pelanggan terkait transportasi kereta api, kita sudah siapkan kereta api tambahan. Khusus kereta api tambahan yang keberangkatan dari stasiun wilayah Daop 7 itu ada KA Brantas Tambahan,” ujar Tohari saat memberikan keterangan di Madiun pada Kamis (19/2).
Selain KA Brantas Tambahan, terdapat empat kereta api jarak jauh lainnya yang melintasi wilayah Daop 7 Madiun, yakni KA Sancaka Tambahan (Surabaya Gubeng-Yogyakarta), KA Gajayana Tambahan (Malang-Gambir), KA Tambahan Surabaya Gubeng-Gambir, serta KA Pasundan Tambahan (Surabaya Gubeng-Kiaracondong). Terkait ketersediaan tiket, Tohari meyakinkan bahwa masyarakat masih memiliki kesempatan untuk melakukan pemesanan, terutama melalui kanal resmi perusahaan.
“Seperti KA Madiun Jaya keberangkatan dari Stasiun Madiun tujuan Pasar Senen, ketersediaan tempat duduk masih mencukupi. Juga untuk KA yang lain juga masih tersedia. Dapat dicek melalui aplikasi Access by KAI,” tambahnya.
Hingga data terakhir per 19 Februari 2026, tren penjualan tiket di wilayah Daop 7 Madiun menunjukkan angka yang positif dengan total 55.147 tiket telah terjual, atau sekitar 69 persen dari total kapasitas 80.124 tempat duduk yang tersedia. Puncak pemesanan sejauh ini terkonsentrasi untuk keberangkatan antara tanggal 22 Maret hingga 1 April 2026.
Tohari menegaskan bahwa seluruh jajaran KAI fokus pada aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang demi menciptakan pengalaman mudik yang berkualitas. “Dari 69 persen tersebut mayoritas dipesan untuk keberangkatan tanggal 22 Maret hingga 1 April 2026. Kami berkomitmen memberikan pelayanan optimal agar momentum angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan selamat, aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pelanggan,” pungkasnya.( wa/ar)












