Ia menegaskan, fraksi adalah ujung tombak yang paling dekat dengan rakyat, sekaligus penentu apakah kerja politik Golkar benar-benar dirasakan masyarakat.
“Golkar itu partai besar. Tapi kekuatan partai itu harus hidup di dapil. Fraksi harus menjadi lokomotif, menjadi penggerak utama yang menyambungkan kerja partai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pesan tersebut selaras dengan arahan ketua Fraksi Golkar DPR RI Sarmuji yang menekankan bahwa kenaikan suara harus diiringi kedekatan yang dibangun terus menerus.
Karena itu, ia memastikan Fraksi Golkar DPRD Surabaya akan semakin intens turun ke masyarakat, menyerap aspirasi, dan memperkuat agenda pelayanan publik.
“Merawat dapil itu bukan kerja musiman. Namun, ini merupakan kerja harian. Mulai dari mendengar keluhan warga, mengawal layanan publik, sampai memastikan kebijakan kota berjalan adil dan berpihak,” tegasnya.
Selain memperkuat kedekatan sosial, ia juga menyinggung pentingnya kehadiran partai menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri.












