Cakrawalanews.co, -Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengungkapkan bahwa proyek infrastruktur Alat Penerangan Jalan (APJ) melalui skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) telah memberikan efisiensi signifikan pada anggaran daerah.
Sebelum proyek ini berjalan pada tahun 2023, tagihan listrik APJ di Kabupaten Madiun mencapai lebih dari Rp14 miliar. Namun, setelah implementasi proyek tersebut, angka tagihan menurun drastis hingga diproyeksikan hanya menyentuh Rp5 miliar pada tahun 2025.
Penurunan biaya operasional yang mencapai lebih dari 60 persen ini menjadi bukti keberhasilan pembiayaan alternatif dalam mengelola infrastruktur publik.
Selain efisiensi anggaran, keberadaan 7.459 titik lampu yang kini telah menyala di jalan nasional, jalan kabupaten, hingga area perkotaan juga memicu efek domino bagi perekonomian lokal. Terangnya wilayah Madiun telah menghidupkan titik-titik keramaian baru yang mendorong pertumbuhan UMKM serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dari sisi keamanan, proyek ini berkontribusi pada penurunan tingkat kecelakaan lalu lintas dan angka kriminalitas, yang secara langsung meningkatkan daya tarik investasi di Kabupaten Madiun.
Keberhasilan ini menarik perhatian Pemerintah Kota dan Pemerintah Kabupaten Cirebon yang melakukan kunjungan studi tiru ke Madiun untuk mempelajari solusi pembiayaan serupa. Proyek yang ditandatangani sejak September 2022 ini dikelola oleh PT Tri Tunggal Madiun Terang Eka dengan penjaminan dari PT PII.
Bupati Hari menekankan bahwa jika hanya mengandalkan APBD murni tanpa skema KPBU, pemasangan ribuan titik lampu tersebut diperkirakan akan memakan waktu hingga 50 tahun untuk terealisasi sepenuhnya.( wa/ar)



